Things I learnt during the last 365 days

THINGS I LEARNT DURING THE LAST 365 DAYS

​Sometimes you just can’t be what people want you to be, just as you can’t expect them to be what you want them to be.

Sometimes you can’t ask people to understand you, just as you can’t always understand people.

Sometimes people don’t always seem to care, just as you don’t always show that you care.

Sometimes you can do what you think you can’t do, sometimes you can’t do what you think you can do.

Sometimes things are better left unsaid…

Pembaca wajib menghormati penulis!

penulis

penulis

Goblok! Kalau gak ngerti jangan nulis! Sekolah gak sih? Mikir dulu dong kalau mau nulis! Komentar-komentar semacam ini yang membuat kuping para penulis atau blogger jadi terasa panas. Gimana nggak, sudah capek-capek nulis, malah dibilang goblok. Yang lebih menjengkelkan lagi kalau ternyata komentar tadi dibuat tanpa membaca tulisan secara lengkap. Seharusnya pembaca menghormati kami para penulis!
Continue reading

Saya memang arogan!


Itu wajar. Bagaimana tidak, delapan tahun saya bekerja di industri perhotelan. Soal hotel, terutama front office, sudah mengalir di nadi saya. Apalagi saya pernah bekerja di Bali yang nota bene adalah tempatnya hotel bertaraf internasional. Saya juga pernah bekerja di hotel yang dikelola manajemen internasional. So, logis kan kalau saya merasa paling tahu? Continue reading

Pengguna Jalan dan Gangguan Pencernaan

F*ck… F*ck… F*ck… Maki saya dalam hati. Bagaimana tidak, saya terpaksa harus cepat-cepat turun dari aspal dan menjaga keseimbangan agar tidak jatuh. Parahnya lagi, tanah di sebelah aspal ini tidak dirancang untuk jadi meja biliard. Walaupun kecepatan motor saya nggak terlalu tinggi, tetap saja saya harus sedikit kewalahan. Entah binatang apa saja yang sudah saya sebut dalam hati, yang pasti saya benar-benar jengkel. Continue reading

RBT… Oh RBT… [Sekedar Keluh Kesah]

Music - Getty Image

WARNING: THE CONTENT OF THIS POST IS HIGHLY SUBJECTIVE AND CANNOT BE USED AS A REFERENCE

“Kemarin sudah dilarang kok, tapi sekarang peraturannya direvisi. Banyak yang protes,” katanya. Well, RBT alias Ring Back Tone memang dilematis. Di satu sisi format baru distribusi musik ini menghidupkan lagi industri musik di tanah air yang sempat diguncang maraknya pembajakan. Di sisi lain, RBT juga yang membuat industri musik tanah air jadi mati suri. Saya sendiri, secara pribadi, lebih suka kalau RBT dihapuskan dari muka bumi, setidaknya untuk sementara waktu.

Saya memang bukan pengamat musik profesional. Continue reading