Ramah Itu Subjektif

SmileSaya cuma bisa manggut-manggut saat dia bilang, “Kamu itu kurang ramah.” Well, he’s the boss. What can I say? Saya cuma bisa bilang, “Baik pak, akan saya usahakan lebih baik lagi.” Honestly, I don’t really get it. What does he mean by ‘ramah’? Dengan pertimbangan apa dia bilang saya kurang ramah? Apa ukuran ramah? Seingat saya, selama bertahun-tahun saya bekerja di hotel, baru kali ini saya mendengar orang mengatakan saya kurang ramah. Benarkah saya kurang ramah?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ramah didefinisikan sebagai “baik hati dan menarik budi bahasanya; manis tutur kata dan sikapnya; suka bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan.” Sounds clear enough except when you questioned the definitions of ‘baik hati’, ‘menarik’, dan ‘manis’. Anyway, saya tidak akan menyalahkan pembuat KBBI. Definisi di atas sudah cukup bisa dimengerti dari sisi bahasa. You won’t have any problem digesting those definitions, right? Yang jadi masalah, dalam ruang lingkup kerja, definisi itu tidak bisa dibilang jelas. Harus ada definisi yang lebih detail dari definisi versi KBBI tadi.

I’m not going to wash your brain by giving you the definition of ‘ramah’. Every place has it’s own definition. That’s not the problem. The problem is people tend to underestimate things. They say if you use the word everyday, then you should know the meaning. Not exactly. I agree with what Robert Plant wrote in Stairway to Heaven. “Sometimes words have two meanings.”

Kesalahan fatal dalam berkomunikasi adalah menganggap lawan bicara mengerti apa yang kita katakan. Padahal, you have to make sure that the person you are talking to exactly understand what you mean. Kalau tidak, you are going to let them make an assumption. Orang bilang, assumption leads to destruction. Jadi, which one do you choose? Letting them make an assumption or taking time to explain what you mean?

I bet most people choose the fastest and easiest way. Rasanya tidak banyak orang yang rela meluangkan waktu untuk membuat ‘pernyataan’ yang komplet dan tidak ambigu. Tidak efisien katanya. Orang juga cenderung membuat asumsi karena kalau banyak tanya katanya cerewet. Jadi jangan heran kalau untuk menyelesaikan satu masalah saja perlu waktu panjang dan proses berbelit-belit. Lah, masing-masing punya pemahaman sendiri-sendiri.

Anyway, sampai sekarang pun saya tetap tidak mengerti kenapa dia bilang saya kurang ramah. Maybe I’m just too stupid to understand him. Or…

Advertisement


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 99 other followers